Posts

PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN MELALUI PROGRAM CETAK SAWAH

Meningkatnya harga komoditas pangan tidak hanya berimbas pada ketidastabilan ekonomi dan keuangan. Pengeluaran dana ekstra yang ditujukan untuk membeli kebutuhan pokok juga berimbas pada ketidakstabilan politik. Adanya resesi keuangan beberapa waktu lalu memberikan efek buruk terjadinya krsis politik bukan hanya di Indonesia namun dibeberapa negara seperti Tunisia, Mesir, Maroko dan lain-lain. Seperti dilansir oleh harian The Wall Street Journal bahwa meningkatnya harga komoditas pangan disebabkan oleh faktor cuaca. Kita semua mengetahui bahwa cuaca ekstrim melanda bumi dan tidak dapat diprediksi perubahnnya. Ketidak menentuan cuaca menyebabkan pola tanam dan siklus panenpun berubah drastis. Semestinya sawah dalam satu tahun dapat ditanami padi dua sampai tiga kali namun karena faktor cuaca hanya dapat ditanami satu kali. Ada sawah yang tergenang karena banjir di sisi lain juga tidak sedikit yang mengalami kekeringan karena musim panas. FAO mengeluarkan data bahwa penyebab naiknya har...

“TRAGEDY OF THE COMMON”

Kepemilikan bersama tidak selamanya dapat dilaksanakan dengan baik. Pola pikir masyarakat terhadap kepemilikan aset yang dianggap milik bersama kadangkala menimbulkan kerawanan yang berujung pada kerusakan dan anarkis. Sebagai contoh, jika seseorang yang tinggal di hulu sungai membuang sampah di aliran sungai dengan asumsi pribadi hanya ia sendiri yang melakukan tentunya tidak akan berefek negatif dengan sungai tersebut. Sampah tersebut bisa dibawa sampai ke hilir bahkan bisa membusuk sebelum tiba di hilir sungai. Celakanya semua orang yang tinggal di bantaran sungai berpikir hal yang sama, akibatnya sampah menumpuk di hilir. Pada waktu hujan, terjadi peningkatan debit air sehingga menimbulkan banjir. Konsep Tragedy of the common seperti yang dicontohkan di atas sudah dikenal lama di dunia ini. Namun secara ilmiah pernah di tulis oleh Garret Hardin, Profesor Emeritus of Ecology University of Santa Barbara-California dalam Majalah Science edisi 162 yang terbit tahun 1968 yang berj...

Bupati Lampung Utara Menerima Penghargaan Presiden

Image
Penghargaan diserahkan oleh Bapak Wakil Preseiden RI Bupati dan Pengawal Pribadinya Usai Menerima Penghargaan Supir Pribadi Bupati Lampung Utara Cleaning Service Bupati Lampung Utara

ANCAMAN MALTHUS

Sepertinya teori Malthus (1978) hampir mendekati kenyataan. Teori tersebut mengatakan bahwa peningkatan produksi pangan mengikuti deret hitung dan pertumbuhan penduduk mengikuti deret ukur. Laju pertumbuhan penduduk. yang sempat dapat terkontrol di era 80-90an kembali mengalami peningkatan. Akibatnya dimasa yang akan datang terjadi bencana kelaparan karena keterbatasan produksi pangan. Teknologi bisa saja dapat melipatgandakan produksi pangan dan mengendalikan pola kelahiran sehingga laju pertambahan penduduk dapat ditekan. Namun pola pikir individu tidak dapat dipengaruhi oleh teknologi. Indonesia pernah mengalami ledakan bayi (baby boom) di era Soekarno yang bertujuan menjadikan kuantitas penduduk sebagai kekuatan perang. Dengan kondisi tersebut, Indonesia mengalami kenaikan penduduk yang sangat signifikan. Namun dengan keberhasilan program KB era orde baru mampu menekan laju pertumbuhan penduduk. Dengan demikian menurut Prof. Muhajdir Darw...

KELANGKAAN BBM DALAM KERANGKA INSTITUSI INFORMAL

Pandangan Para Ahli tentang Institusi Sebagaian masyarakat lebih memahami institusi sebagai kelembagaan yang bersifat formal. Begitu juga dengan studi tentang institusi lebih diarahkan pada institusi formal. Padahal institusi informal banyak mempengaruhi kehidupan sosial, politik, dan ekonomi masyarakat. Beberapa ahli menjelaskan bahwa institusi informal dipahami sebagai agama, kekerabatan, masyarakat, dan berbagai organisasi kemasyarakatan yang lain. Ada juga yang berpendapat bahwa institusi informal (norma-norma) adalah self enforcing institutions, yang sering terjadi dalam suatu masyarakat yang memiliki hubungan bersifat saling menguntungkan maupun tidak antara satu dengan yang lain. Terdapat dua kubu pemahaman mendasar dalam mengartikan institusi. Pandangan pertama melihat institusi informal dari pandangan funsional atau problem-solving role. Dalam pandangan ini munculnya institusi informal dianggap sebagai solusi dari berbagai persoalan yang terjadi dalam interaksi sosial dan ...

SANJAYA: ANALISIS KEBIJAKAN PUBLIK PENANGGULANGAN KEMACETAN DI KOTA BANDAR LAMPUNG

SANJAYA: ANALISIS KEBIJAKAN PUBLIK PENANGGULANGAN KEMACETAN DI KOTA BANDAR LAMPUNG

ANALISIS KEBIJAKAN PUBLIK PENANGGULANGAN KEMACETAN DI KOTA BANDAR LAMPUNG

(PENELITIAN INI DILAKUKAN PADA TAHUN 2008, DENGAN PANDUAN DATA TIGA TAHUN BERTURUT-TURUT. SEHINGGA DENGAN KETERBATASAN TERSEBUT, PENULIS HANYA MAMPU MEMFORCAST MAKSIMAL TIGA TAHUN KEDAPANNYA YAITU PADA TAHUN 2010) BAB I PENDAHULUAN Riwayat Singkat Kota Bandar Lampung Kota Bandar Lampung merupakan Ibukota Provinsi Lampung yang memiliki besar wilayah seluas 192,96 Km2 dan hanya 0,5 % dari luas Provinsi Lampung. Sebelum menjadi Provinsi Lampung, Lampung merupakan suatu Keresidenan, sebagai tindak lanjut statusnya di Zaman Hindia Belanda dahulu dengan sebutan Residentie der Lapongohe Districten, sewaktu zaman Hindia Belanda Wilayah Kota Bandar Lampung merupakan bagian dari Provinsi Sumatera Selatan. Wilayah Kota Bandar Lampung di Zaman Hindia Belanda termasuk wilayah onder afdeling Telok-Betong yang dibentuk dengan Staatsbalat 1912 Nomor : 462 yang terdiri dari Ibukota Telok-Betong sendiri dan daerah-daerah sekitarnya. Sebelum tahun 1912, Ibu Kota Telok-Betong meliputi juga Tanjung Kara...