Jumat, 28 Juli 2017

Gubernur Yakin IKAPTK Andalan Pemerintah Provinsi dalam Berkontribusi Bagi Pembangunan

Gubernur, Bupati, dan Walikota itu pejabat politik, bisa diibaratkan sebagai pegawai honor atau pegawai kontrak, karena masa kerjanya cuma 5 tahun. Sedangkan tuan rumah di pemerintahan daerah itu ya PNS yang diawaki oleh IKAPTK.

Demikian disampaikan Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo saat menghadiri Silaturahmi dan Pelantikan Dewan Pengurus Provinsi, Kabupaten/Kota Ikatan Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) yang diadakan di Balai Keratun, Jumat (28/07/2017) malam.



Gubernur Ridho memberikan ucapan selamat kepada pengurus baru DPP DPK/K IKAPTK yang baru saja dilantik, serta ucapan terimakasih kepada pengurus yang lalu karena telah berhasil menjaga kesatuan dan soliditas IKAPTK. 

"Semoga para senior dapat terus memberikan bimbingan kepada pengurus terpilih." Katanya

Gubernur Ridho juga menyatakan bahwa IKAPTK adalah tuan rumah dari pemerintahan daerah. "Gubernur itu cuma pejabat politik, masa kerjanya cuma 5 tahun. Sedangkan tuan rumah sesungguhnya di pemerintahan itu ya Pegawai Negeri Sipil yang diawaki oleh rekan-rekan dari IKAPTK.

Selama ini, lanjut Ridho, rekan-rekan IKAPTK telah berhasil menjadi rekan, teman, dan sekaligus andalan pemerintah provinsi dalam berkontribusi bagi pembangunan. IKPTK lah yang berada di garis depan menjadi tulang punggung pemerintahan.

Gubernur Ridho juga berharap bahwa loyalitas IKAPTK harus tetap diletakkan dalam koridor tujuan negara, sesuai dengan nawacita, dan menjaga soliditas dari para alumni dimanapun ditugaskan



Sementara itu Drs Ali Subaidi MM, Ketua DPP IKAPTK terpilih menyatakan bahwa kader-kader IKAPTK siap ditempatkan di berbagai tempat, dan berkontribusi semaksimal mungkin untuk kemajuan Provinsi Lampung.

Sedangkan Dr. Drs Reydonnyzar Moenek M.Devt. M, sebagai ketua DPN IKAPTK menyatakan ucapan terimakasih kepada Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo yang bersedia hadir dalam pelantikan tersebut. Reydonnyzar juga menganugrahi M.Ridho Ficardo sebagai Alumni Kehormatan IKAPTK dan Ketua Dewan Pembina IKAPTK DPP Provinsi Lampung

Reydonnyzar menyebutkan ada 50.000 jaringan alumni IKAPTK yang menjadi potensi untuk dapat digerakkan menjadi abdi negara. "Semoga IKAPTK dapat membantu Gubernur dalam berkarya memajukan Provinsi Lampung dan menjadi inspirasi bagi seluruh aparatur negara lainnya." pungkasnya.

Kamis, 27 Juli 2017

Warga Gedung Meneng Tulang Bawang: "Seperti Baru Merdeka Ada Listrik di Desa Kami. Terima Kasih Gubernur"

 
"Rasanya seperti baru merdeka ada listrik di desa kami, karena sebelumnya gelap terus. Belum pernah ada listrik dari sejak desa ini ada. Ya dari sebelum Indonesia Merdekalah itulah. Memang sebelumnya warga pernah mengusahakan secara mandiri tapi tidak berhasil. Terus Pak Gubernur membangun PLTS disini. Kami sangat berterimakasih dan mendukung program-program pembangunan Pak Ridho. Ingin jumpa rasanya kami dengan beliau." ucap Azhar Bambang, salah satu tokoh masyarakat Gedung Meneng, Tulang Bawang, Kamis (27/07/2017).

Azhar Bambang, salah satu tokoh masyarakat yang dituakan di desa tersebut, menyatakan sanyat bersyukur dengan adanya PLTS yang dibangun oleh Gubernur Lampung melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Lampung.

Sebagai komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam menyejahterakan masyarakat, Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo memberikan perhatian khusus kepada daerah-daerah di Provinsi Lampung yang tidak dapat dijangkau oleh jaringan listrik PLN karena kondisi geografis yang tidak memungkinkan.

Guna mengatasi masalah tersebut, Gubernur Ridho melalui Dinas Energi Dan Sumber daya Manusia (ESDM) Provinsi Lampung mengupayakan agar masyarakat di daerah-daerah terpencil dapat menikmati listrik juga. Yaitu dengan cara membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya. Salah satu Desa yang telah memperoleh manfat dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya ini adalah Desa Gedung Meneng di Kabupaten Tulang bawang.



Pembangunan PLTS di Desa Gedung Meneng telah dimulai pada Tahun Anggaran 2016. Selesai dikerjakan beberapa waktu lalu di tahun 2017. Dalam kegiatan serah-terima PLTS antara Pemerintah Provinsi dan masyarakat setempat, Kamis (27/07/2017) pagi, Gubernur M.Ridho Ficardo yang diwakili oleh Kepala Dinas ESDM Provinsi Lampung, Prihatono G. Zain, menyatakan bahwa pembangunan PLTS adalah sebagai bentuk perhatian Khusus Pak Gubernur kepada wilayah-wilayah yang belum memungkinkan mendapat jaringan listrik.

"Pembangunan PLTS ini adalah sebagai perhatian khusus Pak Gubernur terhadap wilayah-wilayah yang memang masih belum memungkinkan di jangkau oleh jaringan listrik PLN, maka dengan bantuan PLTS ini diharapkan visi beliau untuk menjadikan Lampung sebagai daerah yang maju dan sejahtera dapat terwujud." Jelas Prihartono.

Lebih lanjut Gubernur Ridho berpesan agar masyarakat dapat menjaga dan memelihara secara baik aset dan peralatan yang telah dibangun dengan baik agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Adapun PLTS yang dibangun di desa Gedung meneng ini mempunyai kekuatan 50 KWP dan telah salurkan melalui tiang-tiang jaringan listrik yang dibangun secara bergotong royong ke 300 rumah penduduk. Tidak sampai disitu, untuk melatih kemandirian masyarakat desa dalam mengelola PLTS tersebut, Dinas ESDM Lampung telah mengirimkan dua orang warga setempat untuk mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Teknis PLTS Terpusat bagi pengelola, ke Jakarta pada tanggal 16 sampai 22 juli 2017. Dari 16 peserta se-Indonesia yang mengikuti Diklat tersebut, perwakilan dari PLTS Desa Gedung Meneng keluar sebagai peserta terbaik dan memperoleh predikat nilai "Memuaskan".

Ari Iskandar Aji Putra salah seorang pengelola PLTS desa Gedung Meneng menyatakan sangat berterimakasih atas bantuan Gubernur M. Ridho Ficardo yang telah membangun PLTS di desanya. Terlebih dengan mengutusnya ke diklat pengelola PLTS.

"Terimakasih Pak Ridho, kami sekarang bisa merasakan listrik seperti daerah-daerah yang lainnya, apalagi saya dikasih kesempatan untuk mengabdi kepada masyarakat desa dengan menjadi pengelola PLTS ini." Ujarnya.

Nada serupa diucapkan A.Syarifudin selaku Sekdes yang meyatakan sangat terbantu dengan adanya PLTS tersebut. 

Sebelum melakukan serah-terima PLTS dengan Masyarakat, Dinas ESDM Lampung telah melakukan sosialisasi penyebarluasan informasi penghematan pemakaian listrik di Desa Gedung Meneng selama 2 hari dari tanggal 26 -27 Juli 2017.

Rabu, 26 Juli 2017

Aprilani Yustin Ficardo bersama Ketua Umum Tim Penggerak PKK Membuka Pameran Hari Keluarga Nasional XXIV











Pameran, Gelar dagang, dan kuliner ini merupakan pembelajaran dalam menumbuhkan minat dan semangat berusaha, sekaligus menjadi ajang promosi produk unggulan bagi keluarga, terutama keluarga pra-sejahtera dan juga usaha mikro lainnya.

Demikian disampaikan Ketua Pengerak PKK Provinsi Lampung, Aprilani Yustin Ficardo saat membuka kegiatan Pameran, Gelar Dagang dan kuliner Hari Keluarga Nasional di PKOR Way halim, Provinsi Lampung, Jumat (14/07/2017) pagi

Kegiatan yang merupakan rangkaian dari Hari Keluarga nasional XXIV tahun 2017 turut dihadiri oleh Ketua Umum Tim Penggerak PKK Ibu dr.Erni Guntarti Tjahyo Kumolo, Kepala BKKBN dr. Surya Candra Surapaty,MPH.,PhD, Sekda Provinsi Lampung Ir. Sutono, MM, Pejabat Kementerian dan BKKBN Pusat, Ibu Ketua Penggerak PKK Tingkat Provinsi dari kabupaten/kota seluruh Indonesia.

Aprilani Yustin Ficardo selaku Ketua Penyelenggara Peringatan Harganas XXVI tahun 2017 menyatakan, melalui kegiatan pameran, gelar dagang, dan kuliner ini harapannya kita dapat membantu kelompok-kelompok usaha mikro guna memasarkan produk unggulannya masing-masing, supaya dapat membangun jaringan pemasaran yang lebih luas dan memiliki daya saing dengan produk unggulan masyarakat.

Tidak lupa Yustin Ficardo juga mengucapkan terimakasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas kesempatan dipilihnya Provinsi Lampung sebagai tuan rumah kegiatan Harganas 2017.  "ini merupakan kesempatan besar bagi kami untuk lebih mengenalkan Provinsi Lampung sebagai destinasi wisata yang diunggulkan." katanya

Provinsi Lampung, lanjut Yustin Ficardo, memiliki potensi yang sangat besar, baik dari segi adat dan budaya, maupun dari sektor pariwisata. Lampung memiliki keragaman budaya yang unik dan kreatif, diantaranya adalah kain tenun Tapis yang diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kegiatan yang diikuti oleh 175 stan ini berlangsung selama 3 hari penuh, dan telah dimulai sejak 13 juli lalu hingga tanggal 15 juli saat acara puncak Harganas 2017.

Dalam kegiatan yang dibuka langsung oleh Ibu dr. Erni Guntarti Tjahyo Kumolo tersebut, Yustin Ficardo memberikan penghargaan untuk pemenang lomba PKK Tingkat Nasional, Kemudian dilanjutkan dengan meninjau kegiatan pameran, gelar dagang dan Kuliner Gedung Sumpah Pemuda PKOR Provinsi Lampung.

Gubernur Ridho Bangga Provinsi Lampung Menjadi Tuan Rumah Harganas ke-24

Esensi pembangunan sesungguhnya adalah dengan membangun manusia Indonesia seutuhnya yaitu dengan membangun keluarga yang berketahanan.

Demikian disampaikan Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo saat membuka malam resepsi penganugrahan penghargaan program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) dan penyerahan berita acara serah terima (bast) PKB / PLKB dirumah dinas Gubernur Lampung, Jumat (14/07/2017) malam.

Pada malam penghargaan tersebut Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo mengucapkan terimakasih serta apresiasi atas kehadiran Gubernur dan Wakil Gubernur dari seluruh provinsi Se-Indonesia di Provinsi Lampung, juga kepada perwakilan keluarga Se-Indonesia yang mengikuti Kemah Keluarga Indonesia di PKOR Way Halim beberapa hari ini.

Tidak lupa Gubernur Ridho juga mengucapkan terimakasih dan rasa bangga atas kesempatan yang diberikan oleh BKKBN kepada Provinsi Lampung sebagai tuan rumah dalam penyelenggaraan Hari Keluarga Nasional ke-24.

Lebih lanjut Gubernur Ridho menyatakan bahwa Provinsi Lampung memiliki tagline pariwisata treasure of sumatera yang merupakan pintu gerbang sekaligus harta dari pulau Sumatera.

Provinsi Lampung, Lanjut Ridho, memiliki penduduk 9.6 juta jiwa dari berbagai suku di Indonesia. Dengan demikian menjaga soliditas kesatuan disetiap wilayahnya hingga pada kesatuan yang terkecil yaitu keluarga sangatlah penting.

"Indek pembangunan di Provinsi Lampung selalu diatas rata-rata pertumbuhan nasional, namun esensi pembangunan sesungguhnya adalah membanguan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu dengan membangun keluarga yang berketahanan." pungkas Ridho

Ketua Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Surya Chandra Surapaty dalam sambutannya mengungkapkan bahwa program keluarga berencana itu tidak hanya dua anak cukup, tetapi harus mampu meningkat kualitas keluarga Indonesia.

"Membangun karakter manusia indonesia seutuhnya itu harus dilakukan dengan komunikasi yang baik dari keluarga dengan mengedepankan nilai-nilai pancasila, tujuannya agar bisa memunculkan manusia yang beretos kerja tinggi, yang berintegritas, yang jujur, dapat dipercaya, displin, bertanggung jawab, kosisten dan tidak munafik." papar surya

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan oleh Kepala BKKBN di dampingi oleh Gubernur Lampung, dan Plt Sekjen Kementrian Dalam Negeri. Adapun penghargaan yang di berikan adalah Manggala Karya Kencana, Wira Karya Kencana, Dharma Karya Kencana dan Cipta Karya Kencana, yang diberikan kepada Gubernur/Bupati/Walikota, Wakil Gubernur, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi/Kabupaten/Kota dan lainnya yang berprestasi.





PUAN MAHARANI HADIRI HARGANAS DI PROVINSI LAMPUNG

(foto)

















Gubernur Ridho: Ekonomi Kreatif Bergerak Cepat Jika Seniman Bersinergi Dengan Pemerintah

Dewan Kesenian Lampung beserta para seniman Se-Provinsi Lampung memberikan dukungan serta apresiasi kepada Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo yang terus memberikan dukungan untuk memajukan kesenian dan kebudayaan di Provinsi Lampung 


Hal tersebut disampaikan oleh perwakilan Dewan Kesenian Lampung saat menghadiri silaturahmi Gubernur bersama seniman Lampung di Rumah DInas Gubernur, Mahan Agung,  Rabu (19/07/2017) malam. 

Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo menyatakan bahwa kesenian dan budaya Lampung tidak boleh ketinggalan, harus menjadi tuan rumah di Provinsi Lampung. Harus sejalan dengan pembangunan di Provinsi Lampung yang kian berkembang 

"Harapan saya kesenian dan budaya di Lampung dapat terus tumbuh seiring dengan pembangunan. Lampung dapat menjadi magnet dalam setiap kegiatan dan menjadi tujuan wisata, sehingga ekonomi kreatif juga semakin tumbuh." tegas Ridho 

"Ekonomi kreatif bisa bergerak cepat jika seniman dapat bersinergi dengan pemerintah." Tegas Gubernur.

Gubernur Ridho mengatakan, Lampung baru saja mengadakan event skala nasional Harganas 2017. Event skala nasional yang terakhir diadakan oleh Provinsi Lampung adalah MTQ pada tahun 1988. "Kegiatan Harganas efeknya sangat luar biasa, hotel semua penuh, pesawat penuh, tempat wisata ramai, roda perekonomian bergerak cepat." paparnya. 

Melihat hal tersebut, Gubernur Ridho meminta kesiapan para seniman dan pelaku ekonomi kreatif bersiap menyukseskan peringatan Hari Kopi Internasional yang akan diselenggarakan di Lampung pada 1 Oktober 2017.

"Kalo sekedar kopi saja rasanya kurang enak, tapi jika dipadukan dengan festival kesenian dan yang lainnya dalam satu rangkaian rasanya lebih meriah lagi. Oleh karena itu saya ingin meminta masukan dari semua seniman di Lampung." kata Ridho. 



Acara ini dihadiri seniman dari berbagai latar belakang baik yang tergabung dalam Dewan Kesenian Lampung (DKL) maupun berbagai komunitas seniman Lampung. Pada kesempatan itu, pengurus DKL menyatakan dukungan serta ucapan terima kasih atas perhatian Gubernur dalam perkembangan kesenian di Lampung. lewat tayangan video, para seniman dari berbagai latar mengucapkan selamat dan dukungan atas kepemimpinan Gubernur Ridho.

Gubernur Gelontorkan 24 Milyar Untuk Jalan Provinsi di Mesuji

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menggelontorkan anggaran sebesar Rp24 milyar di tahun anggaran 2017 untuk memperbaiki infrastruktur jalan yang melintasi Kabupaten Mesuji.

Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan PUPR Tony Ferdinansyah mengatakan,  Pemkab Mesuji mendapatkan kucuran dana sebesar Rp.  24 Milyar guna pembangunan jalan Provinsi Lampung yang ada di Mesuji. "Ya,  Mesuji mendapatkan dana Rp.  24 Milyar,  untuk pembangunan infrasttuktur jalan demgan menggunakan sistem rigid beton dan aspal hotmix, bergantung pada situasi dilokasi pembangunan. Tidak ada yang mandek dalam pembangunan," paparnya.

Anggaran yang dikucurkan oleh Pemerintah Provinsi Lampung untuk perbaikan infrastruktur jalan juga sebelumnya sudah di berikan pada tahun-tahun sebelumnya. Menurut data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Lampung, pada tahun anggaran 2015, telah dilakukan pembangunan rigid (jalan beton) sepanjang 1,3 km disepanjang Pematang - Brabasan. Pada tahun anggaran 2016, dilaksanakan dua (2) pekerjaan rigid sepanjang 1,3 km disepanjang Penaang - Brabasan dan 1,3 km di Brabasan - Wiralaga.

Sedangkan pada tahun anggaran 2017, akan dilaksanakan dua paket pekerjaan pembangunan, yaitu, Sp Pematang - Brabasan (pembangunan rigid sepanjang 1,7 km), Brabasan - Wiralaga (pembangunan rigid sepanjang 1,4 km). Serta untuk tahun 2018 Dinas PUPR Provinsi Lampung, merencanakan pembangunan rigid dan fleksibel sampai dengan perkantoran Bupati Mesuji yang baru.

Gubernur Lampung M Ridho Ficardo, menegaskan, pembangunan infrastruktur perbaikkan jalan di Kabupaten Mesuji akan diselesaikan pada tahun ini. Gubernur  juga meminta kepada Dinas PUPR Provinsi Lampung, untuk segera mungkin bekerja memperbaiki jalan yang rusak milik Provinsi yang ada di Kabupaten Mesuji.

Sementara itu, Bupati Mesuji Khamamik sebelumnya telah menyatakan terimakasih dan apresiasinya kepada Gubernur Lampung dan jajaran Pemerintah Provinsi Lampung atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat Kabupaten Mesuji, baik berupa dukungan dalam program pembangunan Kabupaten Mesuji maupun bantuan dalam program pembangunan lainnya.

Khamamik sebagai kepala daerah kabupaten Mesuji juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Lampung karena telah menganggarkan perbaikan jalan di Kabupaten Mesuji sebesar Rp24 miliar.

“Saya berharap tahun-tahun berikutnya dapat diberikan anggaran yang lebih besar lagi, karena sebagai kabupaten yang memiliki APBD yang masih kecil, kami masih membutuhkan bantuan dan perhatian yang lebih dari Pemerintah Provinsi Lampung,” kata Khamamik, beberapa waktu lalu (13/4).

Untuk diketahui, kucuran dana Rp24 miliar tersebut merujuk pada usulan Pemkab Mesuji pada Musyawarah Rencana Pembangunan Mesuji tingkat Kabupaten yang mana hal itu dihadiri Taufik Hidayat, Kepala Bappeda Provinsi Lampung, yang mana usulan itu akhirnya direalisasikan oleh Pemprov Lampung.

Adapun pembangunan jalan akan dimulai dari gerbang Masuk Mesuji di Simpang Pematang menuju Brabasan,  Brabasan menuju Wiralaga sementara sistem pembanguannya sendiri akan disesuaikan dengan lokus jalan yang hendak dibangun.

Sumber : mrfmediacenter@gmail.com

Provinsi Lampung Memiliki Generasi Muda Berdaya Saing Tinggi







"Provinsi Lampung secara persentase saat ini merupakan provinsi yang paling banyak pimpinan eksekutif atau kepala daerah-nya, dipimpin dari kelompok  generasi muda. Lebih dari separuh bupati dan wakil bupati pada beberapa daerah di Lampung. Hal ini merupakan sesuatu yang baik juga karena mencerminkan bahwa Lampung generasi mudanya lebih siap dalam segala hal dibandingkan dengan Provinsi-Provinsi lain. Artinya persaingan antar daerah ke depan Insya Allah Lampung memiliki harapan yang lebih cerah." Hal ini diungkapkan Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo saat acara Silahturahmi dan Halal Bi Halal dengan masyarakat Lampung di Rantau, Minggu (23/07).

Ditambahkan olehnya, "Ini juga sebuah bukti juga bahwa tidak tersumbat-nya gap antargenerasi, sehingga tidak tersumbat pula pola regenerasi antara para senior dan generasi muda. Apalagi saat ini para pendahulu sangat memberikan tuntunan para pemimpin muda dalam kerangka tujuan membangun provinsi lampung seutuhnya. Jauh kedepan Pemerintah.   Provinsi Lampung akan terus mendorong peningkatan daya saing generasi muda dengan terus memberikan dukungan melalui program peningkatan sumber daya manusia", ujar M.Ridho Ficardo.

Gubernur Lampung juga mengatakan, beberapa waktu yang lalu Provinsi Lampung menjadi tuan rumah penyelenggaraan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-XXIV yang dihadiri ribuan peserta dari berbagai Provinsi se-Indonesia.

Provinsi Lampung sebagai tuan rumah dari acara tersebut sangat senang, karena ini membuktikan dukungan dan perhatian pemerintah pusat dalam pembangunan di Provinsi Lampung.

Dengan terselenggaranya acara Harganas di Provinsi Lampung, tentunya memberikan dampak yang sangat baik bagi pembangunan di Provinsi Lampung, terutama di sektor pariwisata dan peningkatan ekonomi masyarakat di Provinsi Lampung. Untuk itu, kami berharap dukungan dan partisipasi Bapak / Ibu sekalian.

Selain itu, pada kesempatan yang sama Kementerian Pertahanan saat ini sedang memverifikasi pemindahan tiga Badan usaha Milik Negara (BUMN) ke Provinsi Lampung. Ketiga BUMN ini yaitu PT. Pindad yang merupakan perusahaan industri dan manufaktur yang bergerak dalam pembuatan produk militer berpusat di Bandung, Jawa Barat dan Malang, Jawa Timur.

Kemudian PT. Dirgantara Indonesia (DI), industri pesawat terbang yang pertama di Indonesia dan di Asia tenggara berpusat di Bandung. Sedangkan PT. PAL yang memproduksi kapal perang dan kapal niaga, jasa perbaikan, pemeliharaan kapal dan rekayasa yang berpusat di Surabaya Jawa Timur.

Dalam acara yang diadakan di Anjungan Provinsi Lampung Komplek Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur ini dihadidiri pula oleh Wakil Ketua Komnas HAM RI DR. Ansori Sinungan, Sekretaris Jenderal Badan Koordinas Masyarakat Sumbag-sel Mayjend TNI (Pur) Ryanzi Yulidar, Septi Rahmawati Ketua Pengurus Besar Korps PMII Putri serta ratusan warga perantauan Lampung yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya. 


Sumber : Humas Provinsi Lampung

Gubernur Ridho Kucurkan 11,2 Miliar untuk Renovasi dan Pembangunan Kelas SMA

Gubernur Ridho Ficardo gelontorkan Rp 11,2 miliar, dengan perincian Rp.9.2 milyar untuk pembangunan kelas baru di SMK Negeri 9 Bandar Lampung, dan Rp.2 milyar untuk renovasi gedung SMA Negeri 1 Bandar Lampung. Kemudian dana BOSDA SMA sebesar Rp.39.1 milyar dan BOSDA SMK sebesar Rp.36.2 milyar.

Hal tersebut terungkap saat Gubernur memberikan kata sambutan dalam acara halal bihalal bersama Guru SMA / SMK Kota Bandar Lampung, di halaman kantor Gubernur Provinsi Lampung, selasa (25/07/2017) siang.

Sebelumnya Gubernur Ridho mengucapkan selamat datang kepada para guru yang hadir. Karena pertemuan tersebut adalah pertemuan pertama antara guru-guru SMA/SMK dengan Gubernur Lampung sejak SMA/SMK menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi.

"Sebelumnya saya ingin mengucapkan selamat datang kepada bapak dan ibu guru semua menjadi bagian keluarga besar pemerintah provinsi Lampung, tidak perlu sungkan-sungkan, apapun yang dibutuhkan untuk menunjang pendidikan diprovinsi Lampung akan kami berikan." sambut Ridho.

Gubernur menegaskan, hakikat pembangunan Indonesia adalah membangun manusia Indonesia seutuhnya. Inilah tugas utama guru sebagai ujung tombak dan grada terdepan keberhasilan pendidikan di Indonesia, begitu juga di Provinsi Lampung.

Demi menunjang pendidikan yang berkualitas di Lampung, Gubernur Ridho meminta para Guru untuk tidak sungkan menyampaikan semua permasalahan ataupun kebutuhan yang diperlukan untuk menunjang kebutuhan pendidikan di Provinsi Lampung

Gubernur Ridho juga memaparkan 3 program strategis provinsi lampung dan proyeksi pembangunan kota Bandar Lampung menjadi kota Metropolitan. Lebih lanjut Gubernur Ridho memerintahkan dinas pendidikan untuk segera mengembalikan kualitas pendidikan diProvinsi Lampung.

"Perintah saya pertama kali pada pak kadis adalah untuk segera mengembalikan kualitas pendidikan dan menghidupkan kembali sekolah swasta." tegas Ridho.
 
sumber : mrfmediacenter@gmail.com
 


 

Ridho Ficardo Bangunkan Jembatan Gantung dari Gajinya


Saya ucapkan terimakasih kepada seluruh relawan yang terlibat, baik itu dari Vertical Rescue Indonesia, Pramuka, TNI, maupun masyarakat setempat yang dengan semangat gotong royong dan bahu membahu membangun jembatan gantung ini

Demikian disampaikan Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo saat meninjau pengerjaan jembatan gantung oleh Vertical Rescue Indonesia dan Pramuka di Dusun Jelujur, Desa Rulung Mulya, Kecamatan Natar, Rabu (26/07/2017) siang.

Biaya pembangunan jembatan sepanjang 146 meter yang dibangun bahu-membahu oleh tim relawan bersama masyarakat tersebut seluruhnya dibiayai oleh Gubernur Ridho selaku Kamabida Pramuka Lampung dan selaku donatur pribadi yang dananya berasal dari Gaji Gubernur yang dikembalikan dan didedikasikan kepada masyarakat sejak pertama kali menjabat untuk membiayai kegiatan-kegiatan sosial di Provinsi Lampung.

Adapun pembangunan Jembatan Gantung ini adalah yang PERTAMA dibangun di Lampung dan Sumatera oleh Tim Vertical Rescue Indonesia. Panjang Bentang Jembatan 146 meter, terpanjang yang pernah dibangun oleh Vertical Rescue Indonesia. Jembatan gantung terpanjang yang pernah dibangun sebelumnya yaitu di Sumedang sepanjang 140m.

Jembatan gantung di Dusun Jelujur ini menghubungkan dua desa di dua kabupaten yang berbeda yang dibatasi oleh aliran sungai Way Sekampung, yaitu: Desa Rulung Mulya Kec. Natar Lamsel - Desa Batang Hari Ogan Kec. Tegineneng Pesawaran.

Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo meminta kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan memelihara jembatan gantung darurat sederhana tersebut serta mematuhi peringatan-peringatan yang ada.

"Ini adalah jembatan gantung darurat sederhana untuk penyeberangan orang. Maksimal hanya bisa dilalui 3 orang bersama-sama. Jadi mohon Jembatan Gantung ini dijaga bersama-sama oleh warga. Jembatan ini sifatnya hanya sementara.  Kedepan akan kita bangun yang permanen, agar dapat dilalui kendaraan dan lebih aman bagi masyarakat." papar Gubernur Ridho.

Adapun Pemilihan pembangunan Jembatan di dusun jelujur ini karena permohonan masyarakat yang sempat viral di Media Sosial oleh salah satu Warga Dusun Jelujur atas nama INDRA JAYA. 

Yang bersangkutan sempat juga mengirimkan permohonan langsung ke Facebook Gubernur Ridho, menyampaikan bahwa Jembatan dibutuhkan untuk menghubungkan akses darurat masyarakat ketika volume air sungai naik, terutama di musim hujan. Terutama akses ke kebun, pasar, sekolah, dan RS Abdiwaluyo Metro. 

Dengan adanya jembatan masyarakat bisa memotong perjalanan hingga 30km, tanpa harus berputar ke Tegineneng bila akan ke Kota Metro.

Setelah dusun Jelujur, selanjutnya juga akan dibangun jembatan di 9 lokasi lainnya, sedangkan yang prosesnya segera akan dikerjakan adalah dua buah jembatan di Cukuh Balak sepanjang 70 meter dan 40 meter.

Ibu Noni yang tanahnya digunakan sebagai jalan menuju jembatan menyatakan dirinya ikhlas tanahnya digunakan sebagai jalan.

"Saya sengaja membeli rumah dan tanah tersebut satu tahun yang lalu, memang saya niatkan untuk jalan membangun pembangunan jembatan, Alhamdulillah bisa terwujud. Saya ikhlas tanah saya digunakan untuk kemanfaatan masyarakat. Terimakasih juga kepada pak Gubernur M.Ridho Ficardo yang sudah membangunkan jembatan bersama-sama para relawan. Semoga kedepan jembatannya bisa lebih permanen biar bisa dilalui kendaraan." ungkap Ibu Noni yang terharu dengan kedatangan Pak Gubernur.

Senada dengan ibu Noni, Pak Sutarjo guru SMKN 1 Natar dan Jerri Pramana, siswa SMKN 1 Natar mengucapkan terimakasih atas bantuan Pak Gubernur Ridho dan tim relawan Vertical Rescue Indonesia dan Pramuka yang telah membantu membangun jembatan. 

"Puluhan tahun orang tua kami menunggu. Sekarang ada jembatan, tidak akan susah lagi kalo air naik, tidak perlu cape-cape muter jalan jauh-jauh lagi." kata mereka kompak.